antara kemaren dan hari ini

demi langit dan bumi beserta seluruh isinya…

aduh… pake bahasa yg mudah aja deh, ribet.. gini, jujur… aku mulai bingung, apalagi yg harus ku tuliskan di sini. begitu banyak cerita datang dan pergi seiring waktu berganti dari hari ke hari, semua mencoba masuk menggasak logika yg kadang hanya bisa terpaku diam tanpa ciloteh apa², atau aku yg salah kaprah ?

menghitung² diri, mencoba menalar suratan takdir anak manusia dengan berbekal setitik iman yg mungkin masih tersisa.. hanya berharap agar masih ada pelita penerang jalan yg kian hari ku rasakan kian meredup…

ah.. kitalah hidup, menunggu giliran disapa atau menyapa, kenapa semua harus ku jadikan beban ? di saat hidup bisa ku rasakan indah ketika aku jalani semua dengan tanpa beban ?

sekedar mencoba jujur pada diri sendiri, ketika mungkin tak bisa lagi jujur kepada segala hal di luar diri kita, bukankan ada pepatah mengatakan “man `arafa nafsahu `arafa rabbahu”, tapi kenapa  yg ku rasakan malah kian jauh ?

sederhananya seperti ini… aku masih mampu menalar dengan logika, bukan karna aku orang yg mendewakan rasionalitas, tapi aku juga punya hati… meski sudah ku cabik² demi ego dan harga diri…

Tinggalkan Balasan